Terimakasih, dan Maaf




Terimakasih untuk semuanya.
Tapi maaf.
Aku menyerah.
Bukan karena aku tak lagi ingin berjuang.

Tapi,
Karena aku tahu, rasanya berjuang sendirian.
Dan mencintai sepihak bukanlah cinta yang wajar.

Aku sadar, aku ini bukan siapa siapa.
Aku hanyalah sosok pengagummu.
Yang senang mencuri pandangan saat kau tersenyum.
Aku selalu senang ketika melihatmu tersenyum.
Walau aku tahu, senyum itu bukan untukku,
 dan bukan aku alasan dibalik senyummu itu.

Maaf, karena aku begitu mengharapkanmu.
Terimakasih, karenamu aku bisa mengerti bagaimana
 rasanya diacuhkan, mengikhlaskan dan bersabar.
Terimakasih.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar